Feeds:
Posts
Comments

Buku “Indonesia Mengajar” yang diterbitkan oleh Mizan ikut menemani saya menutup tahun 2011. Buku ini berisi kumpulan cerita-cerita pengalaman pengajar muda yang mengikuti program yang di canangkan Bapak Anies Baswedan dengan membawa misi “setahun mengajar seumur hidup menginspirasi”.  Ketika pendidikan belum bisa dirasakan memadai oleh seluruh anak Indonesia terutama di pelosok-pelosok Indonesia,  ide ini sangat brilliant, setidaknya itu pendapat saya…. Dan ketika berjalan-jalan di Blok M saya mampir ke toko buku dan ketika melihat buku yang diterbitkan atas dasar program tersebut saya langsung tertarik untuk membacanya.

Saya sangat tertarik untuk mengetahui pengalaman para pengajar-pengajar muda di berbagai pelosok di Indonesia. Menjadi pengajar apalagi pendidik tidaklah mudah. Pengalaman mereka bukan tanpa hambatan…. namun intelektual dan kreativitas serta ketulusan mereka mampu merangkul dan menginspirasi anak-anak masa depan bangsa…… bahkan menginspirasi ‘kita’ yang sudah menjalankan profesi di bidang pendidikan….. Ketertarikan saya tidak hanya karena saya memang tertarik dengan program tersebut  (ketika program ini di launching, keinginan untuk berpartisipasi ada tapi umurnya udah kelebihan banyak… dan sulit untuk meninggalkan si kecil :) Biarlah yang muda-muda yang ikut, walaupun saya masih muda ha..ha..ha… :D ), namun juga karena saat ini saya banyak “bergaul” dengan putra-putri dari pelosok negeri ini…… yang entah mengapa, ketika saya membaca tulisan para pengajar-pengajar muda tersebut, ada hal-hal yang menyentuh dan saya jumpai pada putra-putri pelosok negeri ini yang saya ajar… dan saya pun terhanyut dalam kisah-kisah para pengajar muda tersebut.

Daerah perkebunan sawit dan perkebunan lain yang kebanyakan di area pelosok tanah air tak lepas dari sentuhan tangan-tangan para pengajar muda ini….. Memang dari segi umur dan pendidikan jauh berbeda…. Para pengajar muda ini mampu menginspirasi siswa-siswi sekolah dasar, sedangkan saya “berhadapan” dengan siswa yang telah lulus SMA/SMK/atapun  Madrasah Aliyah. Tetapi kalau dari kondisi lingkungan dan keterbukaan dalam akses pemenuhan kebutuhan pendidikan yang memadai dan kemandirian dalam proses belajar serta “mimpi-mimpi” yang mampu memotivasi mereka untuk maju dan meraihnya,  bisa saya rasakan “gap”nya…. Saya pribadi tidak tahu bagaimana mereka ketika SD dan SMP, kalaupun ada yang bercerita, ketika mereka SMA seringkali ada gurunya yang tidak pernah datang, seringkali pelajaran kosong, atapun tidak pernah belajar materi itu, meskipun itu adalah materi yang terdapat dalam kurikulum resmi yang digunakan oleh sekolah yang bersangkutan. Saya jadi berpikir dan mencoba memahami apa yang saya jalani sekarang ini.

Ketika masuk wilayah pendidikan tinggi, secara pribadi mereka memang tidak bisa dibandingkan dengan siswa-siswi SD yang semangatnya masih membara, tetapi saya percaya mereka pernah menjadi siswa sekolah dasar, mereka pernah punya “mimpi” dan mudah-mudahan “ mimpi-mimpi” mereka tidak hilang dan juga tidak luntur sejalan dengan bertambahnya usia dan wawasan kota yang konsumtif….. untuk tetap maju memperjuangkan kemajuan daerah mereka dan juga kemajuan Indonesia.  Dan mengutip apa yang disampaikan Retno Widyastuti, Content Specialist di Yayasan Indonesia Mengajar, saya sangat berharap bahwa mereka belajar karena suatu kebutuhan, bukan suatu kewajiban ataupun paksaan dari pihak lain…. even more enjoy the learning process….

Dan seperti para pembaca lainnya, saya pun merasakan penuturan para pengajar muda pada tulisan-tulisan mereka sangat menginspirasi dan sangat mengesankan.  Saya sepakat dengan sdr. Benny Setiawan  yang dalam ulasannya menyampaikan bahwa “Melalui kisah-kisah yang termuat dalam buku ini, kita masih boleh yakin bahwa masa depan republik ini masih cerah.” :)

Selamat Hari Ibu

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ayah Bunda yang dirahmati Allah SWT…. Bersama ini Kami informasikan bahwa kegiatan Lomba GASI (Gelar Anak Sholeh Indonesia) pada hari Kamis, 24 November 2011 yang lalu Alhamdulillah TK Nur Hikmah meraih juara I pada lomba Penyampaian Amanah. Berikut daftar nama anak yang meraih juara:

1. Ayla Zahara Nibras (A1)

2. Bunga Adiati Sari (B4)

3. Kayla Elanor Maydah (B2)

4. Luvina Sri Macca Sultan (A2)

5. Muhammad Ridwan Sadad Hippy (B2)

6. Naitullah Taqiyah Anshari (A4)

7. Nasha Jannata (A4)

8. Sarah Ymna Zakiyah (A3)

9. Syakira Indira Pramesti (A1)

10. Wina Tiara Althafunnisa (A1)

Rasa bahagia bagi seorang Ibu, jika Sang Anak mampu lebih baik dari Ibunya :)

Pesan berantai bbm terasa meramaikan hari ibu…..

Allahuakbar Allahuakbar. Suatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya: “Bunda ku sayang… engkau selalu terlihat cantik, aku ingin sepertimu, beritahulah resepnya…”

Dengan tatapan dan senyum, sang bunda pun menjawab dengan perlahan, “untuk bibir yang menarik hanya perkataan-perkataan yang baik…. Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas mu dimana pun engkau berada….. Untuk mata indah yang menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain, siapapun itu…. Untuk tubuh yang langsing, sisihkan makananmu bagi fakir miskin…. Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah dosa mu, dan pujian mu untuk Sang Maha Pencipta…. Untuk wajah putih bercahaya, basuhlah muka-mu sering-sering dengan air yang suci dan bersih….

Anakku sayang…. Kecantikan FISIK pasti akan segera pudar oleh waktu, tetapi KECANTIKAN PERILAKU tidak akan pernah pudar, meskipun oleh kematian…. CANTIK-kanlah hatimu… ia akan terus-menerus berkilauan cahaya-nya, walaupun cantik wajahmu telah meredup….

SELAMAT HARI IBU :) I LOVE YOU MOM

Dan satu hal lagi yang membuat saya terharu, ketika sampai di rumah,’Bu, sekarang hari ibu ya… Gambar ini mbak Ira yang buat, buat ibu, tulisannya selamar hari ibu’… Huhuhuuuun kupeluk erat anakku amanah untukku… Terimakasih sayang, dan kubisikkan ditelinganya,’Ibu sayang mbak Ira’ :D Saat itu juga hilanglah segala kepenatan, inilah arti kebahagiaan yang hakiki. Amin.

Terjadi perubahan

Urusan bertambah pikiran terkuras…..

Tapi prinsipnya, dengan Bismillahirrahmanirrahim….. jalani! Tentu saja bukan berarti tanpa rencana dan tanpa target……

Banyak hal yang sangat tak terduga terjadi dalam kehidupan kita…..

Terlepas apakah keputusan yang seseorang buat itu tepat atau tidak, tetapi saya anggap ini suatu kepercayaan, saya anggap ini suatu amanah…… Secara sadar saya katakan bahwa keputusan itu mungkin belum tepat dan belum saatnya…. Namun saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, tetapi saya tetap berpikir positif dan bekerja dengan hati. Saya percaya ini adalah bukan suatu kebetulan, tapi adalah skenario Allah SWT. Saya pun berusaha untuk bisa menempatkan diri dengan baik…. Nada-nada ‘miring’ akan selalu ada, apalagi menyangkut perubahan yang melibatkan lintas bidang keahlian…. Masukan dan kritikan dari sejawat sudah seharusnya saya cermati, pikirkan dan saya olah dengan baik……  Perubahan terjadi setiap saat. Cepat atau lambat, besar atau kecil, bahkan kadang “tidak terlihat” atau bahkan frontal, tetapi perubahan pasti akan terjadi. Dan adalah tugas saya untuk menyikapi perubahan yang terjadi pada saat ini.

Continue Reading »

Wara-wiri Jakarta Cibitung banyak sekali menemui kemacetan (itu mah biasa..he.he..) dan jalan rusaaaakk, parah parah parah…. Jalan Raya Setu parah banget, walaupun setelah lamaaaaaaa, akhirnya sekarang sedang dalam proses perbaikan… di beton jg akhirnya…. Alhamdulillah, jadi saya gak kudu ajrut-ajrutan berangkat dan pulang kerja..he..he… Seneng dikit, tapi sayangnya tarif tol akan naik, termasuk si JORR yang udah mahal, jadi tambah mahal….  Tarif-tarif naik itu hal biasa (kalau udah naik ya gak pernah turun :p), untuk jalan tol juga demikian, yang mau gak mau sebagai pengguna jalan tol ya bayar… lha wong make jalan toh….hihihi…. Kalo gak mo bayar ya jangan pake jalan tol…… Apa bisa pengguna jalan minta turun tarif? (sepertinya gak ada dikamusnya mereka…he..he..)… kasian rakyat kecil mo bersuara aja sulit…. kalo gak ditampung ya dipertimbangkan, tp tarif tetap naik… ooh ya ooh….

Buat saya, jalan tol memang memberikan akses yang lebih cepat ketempat tujuan…..  Kalau ndak lewat tol?, Jalan alternatif? Banyaaaak! Tapi kondisinya juga memperihatinkan…… Badan jalannya tak baik, ditambah lagi dengan MACET! jam perjalanan jadi bertambah panjang….. Kalau ndak lewat tol, saya musti berangkat puuuagi buuanget dan pulang sudah gelap gulita…..kasian anandaku sayang.   Kalau gak lewat tol, jalan2 biasa antriannya puuuuanjang buuuanget…. Jalan2 yang harus saya lalui mendet-mendet, cape badan dan cape ati :(  Walaupun lewat jalan tol agak lancar (lancar banget sih enggak, ada antrian lah dikit-dikit..he..he…), ternyata badan jalan tol juga gak mulus-mulus amat kok….. banyak juga badan jalan yang masih bolong… long…. kondisi jalan tidak terlalu baik…. Ini juga nyebelin, menghambat perjalanan…. Kalau memang jargonnya “untuk pelayanan yang lebih baik“….. ya monggooooooo, jangan sekedar jargon….. Mohon tingkatkan kualitas dan pelayanannya…..

Kalau lewat tol mahal…..

kalau gak lewat tol, pergi pada saat matahari belum terbit dan pulang saat matahari sudah terbenam lama…

Jadi?

Selang satu hari setelah ulang tahun saya, ananda Ira pun berulang tahun…. yang ke-4 tahun tepatnya :) “Ibu gak boleh ulang tahun, Ira saja yang ulang tahun”..he..he..he.. Ketika di beri tau, sekarang Mbak Ira udah umur 4 tahun…. dia pun menunjukkan wajah berpikirnya..he..he… “udah umur 4 tahun apa ya artinya?”, begitulah kemungkinankira-kira yang ada di pikirannya…. Karena dia tidak berkata apa-apa…. Yang pasti kalo ulang tahun ada tiup lilin :) Dia belum paham betul apa itu ulang tahun, tapi dia sudah paham bahwa umurnya sekarang bukan lagi tiga tapi empat :) “sekarang mbak Ira 4 tahun ya Bu”, begitu tuturnya sambil mengangkat tangan dengan jari-jari teracung menunjukkan empat… Tak banyak acara yang kami lakukan, tak ada mega party yang kami adakan untuk merayakan ulang tahun Ira, tapi doa dan kehadiran Bude Pakde Oom Tante Mbak dan Mas menyemarakkan acara tiup lilin di rumah… terimakasih atas kehadirannya ya Bude Tuti, Pak De Iwan, Mbak Arin, Bude Pewi, Pak De Dundi, Mbak Ningrum, Oom Roni, Tante Yani dan Mas Rafi :D Serta tidak lupa kami syukuri atas doa dan harapan dari Eyang Bude Oom Tante Mbak Mas dan Dedek serta para tetangga sekalian…. Amiiiiiiinn, semoga tambah pinter, panjang umur, sehat dan bahagia lahir dan bathin dan Ira menjadi anak yang sholehah :) Amin Amin Amin YRA.

empat tahun terasa begitu cepat……

maafkan Ibu karena tidak bisa mendampingi mu, menghabiskan seluruh hari bersamamu…

Ya Allah, saya menyadari bahwa saya bukanlah ibu yang sempurna, Ibu yang lebih memilih bekerja ketimbang menemani Ira bermain dan memberinya makan di pagi, siang, dan sore hari….  dan ketika kau masih sangat mungil, ibu sering berpergian ke luar kota…..

namun tunjukkanlah jalan bagi hamba ya Allah, Engkau Yang Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang, agar dapat memberikan yang terbaik di jalan Mu Ya Allah bagi anakku sematawayang Ira…..

empat tahun terasa begitu cepat….

proses belajar mandiri pun kian engkau perlihatkan….

dan ibu sangat senang karena engkau sudah pandai menyampaikan keingin-keinginan mu….

ibu sangat senang karena engkau menyampaikan apa-apa yang telah engkau alami di rumah dan di sekolah bersama teman-teman dan orang-orang di sekelilingmu karena ibu menjadi paham apa yang engkau rasakan ketika ibu tidak ada disampingmu…..

ibu sangat senang karena engkau mau menyampaikan apa-apa yang engkau inginkan karena ibu menjadi tau apa yang engkau kehendaki….

tak apalah kadang-kadang engkau bermanja-manja di pagi hari sebelum ibu berangkat dan di malam hari juga kala libur datang….

tak apalah engkau sampaikan “ibu hari ini gak boleh kerja” di pagi hari dan “ibu udah pulang hore….” di malam hari karena ibu menjadi paham apa yang engkau inginkan….

tak apalah kadang-kadang ibu ingin melihat mu menunjukkan kebolehan mu di pagi dan di malam hari juga kala libur datang…

tak apalah kadang-kadang mata yang sudah dilanda kantuk dipaksa melek karena engkau ingin ibu membacakan cerita sebelum tidur……

maafkan pula kadang-kadang engkau belum ngantuk dan masih ingin bermain, ibu suruh tidur karena ibu udah ngantuk….

tak apalah kita habiskan masa bersama secuplik di pagi hari serta di sepanjang malam juga kala liburan datang walapun terkadang badan ini terasa cape dan penat ingin beristirahat sejenak……

karena ibu yakin, saat itulah yang Allah berikan dan kesempatan buat Ibu memahami mu, memahami proses yang sempat terlewatkan……

Doa dan harapan Ibu dan Bapak panjatkan hanya kepada Mu Ya Allah SWT….

Semoga engkau, wahai anakku sayang, selalu berada dalam lindungan Allah SWT….

Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur, Sehat, Tambah Pintar dan menjadi anak yang Sholehah. Amin, Amin, Amin ya Rabbalalamin.

Perjalanan menuju tempat kerja dari rumah cukup panjang….. Setiap pagi dan sore biasanya saya jalani sambil ndengerin radio (biar pun radionya byar pet :( ) supaya tak begitu terasa jauh dan lama..he..he..he.. Pagi ini saya ditemani oleh lagu yang saya suka…. SurgaMu-nya Ungu dan Alhamdulillah-nya Opik :) Entah kenapa saya suka mendengarkan kedua lagu ini…. liriknya bagus dan mendalam, iramanya juga bisa masuk ke hati sehingga membawa hati dan pikiran ini untuk selalu bersyukur jangan lupa dengan Sang Maha Pemberi Kehidupan….. pikiran terasa mak nyeeeeeessss gitu, cucok bener intinya :) Di tambah lagi di bulan Ramadhan di masa puasa seperti ini… Di sela-sela lagu Ungu, Pak Haidar Bagir bercerita tentang kebaikan dunia dan akhirat. Dan bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah dengan penuh kebaikan dan kesempurnaan.

Seperti kata Ungu, hatiku pun berdoa….“semoga setiap langkahku Engkau terangi aku dengan jiwaMu, dan aku hanya memohon ridho dan ampunanMu”…. semoga hari-hari yang kujalani membawa berkah bagi diriku, anak dan suamiku, ayah-ibuku, semua keluarga besarku dan orang-orang disekelilingku. Amin. :)

SurgaMu, by Ungu

Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa

Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena
Kutahu
Hanya Engkau
Tuhanku

Chorus:
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu

Hanyalah padaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena
Kutahu
Hanya Engkau
Tuhanku

Chorus

Hanyalah kepadaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu

Chorus

Alhamdulillah, by Opick

Bersujud kepada Allah,
Bersyukur sepanjang waktu

Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Bersabar taat pada Allah
Menjaga keikhlasannya
Semoga dirimu, semoga langkahmu
Diiringi oleh rahmatNya
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Indah dalam kebersamaan

Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah
Semoga dirimu semoga langkahmu
Diiringi oleh rahmatnya

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Indah dalam kebersamaan

Alhamdulillah wasyukurilah
Besyukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Hilanglah semua perbedaan

Alhamdulillah wasyukurilah
Bersyukur padamu ya Allah

Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu

Kemarin pagi, ketika masih fokus membaca paper tugas akhir, saya berpikir….”mo ngecek email dulu ah….” dan tak terlintas sama sekali bahwa hari ini nilai akan keluar. Sempat beberapa waktu lalu saya di kasih tau bahwa nilai dalam minggu ini keluar, tp hari itu cukup disibukkan dengan paper-paper jadi belum mode-on utk info nilai IGCSE.  Saya buka email dan cek-cek email, ternyata ada yang kerlap-kerlip disudut yang membuat saya tergerak untuk melirikkan mata, dari siapa pesan itu sesungguhnya…. Ooo, Bu Dika (sebut saja begitu ya Bu :) ), langsung saja saya buka karena kangen juga sudah lama gak “obrol-obrol” ama Ibu yang pernah duduk berdampingan berbatas sekat panel (keliatan jambul, tp gak keliatan muka..he..he..he..). Pesannya langsung straight to the point… “Bu IGCSE udah keluar nih”, gitu tulisnya….. Waahhh, dag dig dug pyar jantung berdetak kencang….. “gimana Bu hasilnya?”…. huhuhuuuu, harap-harap cemas…. Dia pun langsung menuliskan nama dan hasilnya…..A*, A dan B…. Subhannallah, ALHAMDULILLAH…  Begitu pun dengan hasil anak-anak Bu Dika sendiri…. Akhirnya, kita pun “happy-happy-an” deh, mensyukuri nikmat yang melegakan “napas” :) … Selang sedikit, ada email dari MV (thank you so much, I miss u :) ), dengan informasi yang sama…. Jg salah satu anak ada yg pas timing-nya “kedip-kedip” ke saya via YM, jg sms :) …*bip bip* mengabarkan hal yang sama (Thanks to you CC), dan Novi… selamat ya. Ada perasaan lega saat itu, seperti yang saya sampaikan pada Bu Dika, “saat ini saya seperti berdiri di pinggir pantai dengan tangan keatas dan telapak terbuka menerima hembusan angin laut yang sepoi-sepoi, tambahin ya Bu :) … sambil menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan hingga volume udara di paru minimal (disebut apakah volume paru dalam kondisi tersebut?..he..he..he..)” … Allah Maha Besar. Hanya satu yang saya sampaikan sama mereka (eh dua… atau tiga ya??? hihihi :) ), “anak-anakku”, “Thank you for your hardworking and good luck for your future” God Bless U :) . Apa yang kita lalui bersama adalah sebuah proses pembelajaran… hasil yang keluar yang mereka dapatkan adalah awal bukan akhir… awal yang baik buat masa depan mereka…. karena perjalanannya masih panjang Bung..he..he..he… Juga buat saya pribadi :D

Terimakasih anak-anak, terimakasih kolega-kolega, terimakasih sahabat dan keluarga besar, keluarga kecil (suami dan anakku yang penuh pengertian karena istri dan emaknya suka pulang malem) atas dukungan dan kerjasamanya :) …. Kok kayak nulis terimakasih di thesis ya…ha..ha..ha… udah ah, pamit :D

Tak kalah membuat saya sumringah, ketika Ira membuka buku Ummi, menunjukkannya pada kami dan dia membacanya, dikit-dikit… baru halaman satu sih, tp bahagia itu senantiasa menemanimu nak :)  Allah melindungimu. Amin.

hihihi… udah ah, pamit :D

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya  (QS 2:183 – 184)

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga iman kita kepada Allah SWT bertambah tebal, bulan yang menjadi ladang amal, dan semoga berkah dan Ridlo Allah melimpahi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

MOS…. masa orientasi sekolah…. hari pertama Ira menjalani hari-harinya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak. Tepat hari pertama ini, Ira masuk jenjang TK A. Bangun pagi bukan masalah buat Ira karena paling tidak satu atau satu setengah jam sebelum jam berangkat sekolah Ira sudah bangun. Yang berbeda adalah rutinitas setelah bangun tidur. Biasanya santai, naik sepeda keliling kompleks dan main di taman, tetapi kali ini harus ia lewati dengan cara yang berbeda. Sudah biasa Ira bangun pagi sekitar jam 6 (bisa lebih bisa kurang dikit-dikit :) ). Pagi hari ini, bangun jam 5.45… Rutinitasnya, sebelum beranjak bangun setelah molet, sebotol susu membasahi kerongkongan dan lambungnya…. jam 6.30 mandi (special request: “mandi kali ini gak pake main air ya mbak Iraaa…. kalo main air, nanti terlambat berangkat sekolah, terlambat masuk sekolah….. :) ). Bersiap dengan seragam anyar yg agak sedikit kebesaran, walaupun sudah di potong, jam 7 tepat bisa berangkat, meluncur ke sekolah. Alhamduillah, sudah cukup mandiri…. sesampainya di sekolah, di terima oleh guru-gurunya dan salam, “ditinggal dulu ya Ira, nanti Ibu jemput lagi….”.  Ira mengerti, ndak rewel, dan ia pun langsung masuk bersama gurunya… “Selamat bermain ya Nak, semoga menyenangkan” :) .

Jam pulang tiba…. Ira terlihat lelah…. “gimana?  Seneng mainnya?”; Ira mengangguk…. “kok lemes?, Ira seneng di sekolah”… Ira pun mengangguk lagi. “Iya nak? Seneng?”…. “Iya  Bu seneng…”. “kok lemes? Cape?”… Ia hanya mengangguk… Sesampainya di rumah, jawaban itu akhirnya saya dapatkan…. ternyata Ira lapar…. bekalnya tidak dihabiskan.. :) Setelah beristirahat sejenak dan makan, ia pun bergairah kembali :) Begitulah anak-anak…. Namanya juga anak-anak…. :)

Dari tadi kok yang ditanya “bermain”…. kenapa enggak,”tadi belajar ada di sekolah?”…..

Continue Reading »

Menghitung hari mungkin hal yang pernah dialami oleh setiap orang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sebut saja ketika ujian kenaikan kelas berakhir setiap anak akan menghitung hari, “berapa hari lagi ya kita akan sampai pada masa liburan?”. Atau sebut aja buat mereka yang sudah bekerja, akan menghitung hari, “berapa hari lagi nih gaji akan di transfer?”. Sampai ibu-ibu hamil akan menghitung hari, “berapa hari lagi nih si jabang bayi akan melihat dunia”. Sebuah lagu berjudul “menghitung hari” juga sempat populer beberapa waktu lalu. Begitu pula dengan teman saya yang sempat menuliskan statusnya “menghitung hari”….. Ternyata, dia sudah tidak sabar bekerja di tempat yang baru, suasana baru, tentu siap dengan problematika baru yaaa….. juga dengan tantangan dan pengalaman baru yang tentunya dengan harapan baru yang jauh lebih positif dari hari-hari yang sudah ia jalankan. Karena saya sedikit banyak mengalami hal yang serupa maka sungguh saya pun  belajar akan hal itu…. Sewajarnya kemarahan, kesedihan, kekhawatiran itu ada, tp bukan untuk terlarut di dalamnya.  Alhamdulillah, kebesaran hati, kesabaran dan keikhlasan mendatangkan peluang, dan satu hal yang sangat saya yakini bahwa Allah akan memberikan yang terbaik buat saya. Amin. :) Dan pada masa itu pulalah inspirasi datang :) Inspirasi memang bisa datang kapan saja, di mana saja dan pada saat apapun selama kita selalu berpikir positif :)

Masa menghitung hari, yang Insya Allah sejenak, untuk kemudian kembali meniti hari-hari dengan harapan nan cemerlang :) membawa saya untuk menelusuri lagi buku-buku yang tertata di mana-mana (hihihi…. baca: tersebar :D ) Banyak buku dapat menginspirasi tinggal kemauan dari diri untuk menjalankannya. Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh beberapa pandai mengikat makna dan merangkai kata (baca: bukan pandai besi..he..he..), bahwa untuk bisa menulis “banyak-banyaklah membaca”, begitu kira-kira…. Hal itu juga disampaikan oleh Rhenald Kasali yang dituangkan dalam beberapa bukunya, seperti Change (2005), Re-Code Your Change DNA (2007), Myelin: Mobilisasi Intangibles Menjadi Kekuatan Perubahan (2010), Kudidik Diriku Demi Mendidik Anakku (by Toge Aprilianto), Toto Chan (1981) dan banyak lagi…… Itu hanya sebagian kecil buku yang sempat terlintas untuk ditata lagi dalam posisi menghitung hari.  Tulisan-tulisan mereka begitu kritis menggigit, menggugah dan menginsipirasi bahkan mampu membuat saya  berpikir dan berefleksi :) . Belum lagi dengan giat mengunjungi “catatan pena” dunia maya….. Saya belum pernah bertatap muka, berbincang-bincang dengan mereka, tetapi tulisan mereka sangatlah enak dibaca dan mudah dicerna dan yang pasti menambah wawasan dan mengajak setiap orang untuk berbuat dan berpikir positif. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi, demikianlah OmJay menulis. Dan saya setuju sekali…. Saya senang membaca tulisan-tulisan Pak Hernowo, Pak Romi Satria Wahono, Pak Satria Dharma, Mbak PutiMbak Murni (salah satunya, coba baca tulisannya yang berjudul “Sekolah yang bagus adalah……” yang top markotop), yang sangat menginspirasi, juga para penulis lainnya….. Inspirasi itu pun saya dapatkan dari membaca… Membaca tak hanya buku tapi sekeliling kita….. Dalam tulisan Pak Hernowo ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa “hampir sebagian besar penulis yang andal menyatakan bahwa kemampuan menulisnya diperoleh atau berasal dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca yang tertata memberikan efek kepada dapat dimunculkannya kemampuan menulis yang ada di dalam dirinya”. IQRA…. Bacalah….

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, peribahasa yang sangat populer. Untuk memulainya saya mencoba mengundang beberapa teman yg menurut saya punya “keinginan” yang sama dan mereka yang semasa kuliah pernah saya kenal suka membaca dan pandai merangkai kata J Terimakasih atas sambutannya :D Mudah-mudahan “impian” ini bisa jadi kenyataan. Kalo gak bisa mulai sendiri, kolaborasi menjadi menyenangkan, terutama dengan orang-orang yang dapat dipercaya yang sudah saya kenal baik sebagai orang baik..he..he..he..

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.